karya emilia agustina
Rabu, 29 Oktober 2014
puisi bermakna
BALASAN
karya: emilia agustina
Gumpalan awan hitam perlahan hilang
Air kesedihan sudah tak jatuh lagi
Bayang hitam yang menghantui juga sirna
Terik matahari berubah menyejukan
Air kesedihan sudah tak jatuh lagi
Bayang hitam yang menghantui juga sirna
Terik matahari berubah menyejukan
Seribu kilau bintang menghujam mata
Nada indah menyelimuti kehadiranya
Pelangi yang timbul seakan bernyanyi
Alam bagai menyambutnya ramah
Perawatan Wajah
Resep atau cara:
CARA MERAWAT WAJAH JERAWAT DENGAN
JERUK NIPIS
Jeruk nipis mempunyai banyak
manfaat lho. Karena didalam jeruk nipis terdapat banyak vitamin C dan anti
oksidan yang tinggi. Manfaat untuk kulit wajah dapat mengempeskan jerawat,
memudarkan bekas jerwat dan juga men cerah warna kulit wajah. Dibawah ini cara
menggunakan jeruk nipis untuk wajah.
1. Membersihkan wajah dengan perasan air jeruk nipis. Caranya mudah
hanya mengoleskan saja kepada kulit wajah sembari dipijat. Dan jangan asal
memijat ya, memijat dengan satu arah. Lalu bilas dengan air dingin. Ini
dilakukan dengan teratur. Jika anda mempunyai banyak jerawat sebaiknya
dilakukan dimalam hari karena dapat cepat mengempeskan jerawat dan memudarkan
bekas jerawat.
2. Scrubing dengan air jeruk nipis dan teh bubuk yang masih kasar.
Cara nya air jeruk nipis dan teh dicampur dan ditambah dengan air hangat.
Oleskan dan gosok secara perlahan lalu diamkan sekitar 15 menit. Bilas dengan
air hingga bersih. Lakukan seminggu 2 kali. Lakukan secara teratur ya.
3. Minum air jeruk nipis dapat membantu menghilangkan jerawat dari
dalam karena asam yang terdapat didalamnya. Dengan memeras air jeruk nipis dan
tambahkan air putih hangat. Jika tidak terlalu suka, anda dapat mencampurkannya
dengan air teh hangat lho. Manfaat minuman ini juga dapat membantu suara yang
serak atau sedang batuk.
Semua cara diatas adalah cara
alami lho. Jadi, aman dan tidak ada efek samping berbahaya. Dan perhatian untuk
yang mempunyai kulit kering, jangan memoleskan air jeruk nipis setiap hari ya
karena akan merusak kulit anda.
Terimakasih. Semoga
bermanfaat.
Rabu, 08 Oktober 2014
materi belajar : PANTUN untuk kelas XI
Pantun merupakan salah satu bentuk karya sastra berupa sajak.
Ada beberapa bentuk sajak seperti, syair,
gurindam, dan puisi.
Struktur Teks Pantun :
- terdapat sampiran,
- terdapat isi,
- satu bait terdiri dari dua, empat, enam, delapan, sepuluh, dua belas baris (jumlah baris genap),
- persajakan ; aa; ab; ab-ab; abc-abc; abcd-abcd
Secara umum pantun adalah sajak yang
terdiri dari empat baris, bersajak ab-ab, baris satu dan dua merupakan
sampiran, baris tiga dan empat merupakan isi.
contoh : kalau ada sumur di ladang
boleh kita menumpang mandi
kalau ada umur panjang
boleh kita bertemu lagi
Bentuk-Bentuk Pantun Berdasarkan
Baris/Larik :
- Pantun kilat/karmina adalah pantun yang terdiri dari dua baris, bersajak aa atau ab.
contoh :kura-kura
dalam perahu,
pura-pura tidak tahu.
2. Talibun adalah pantun yang
terdiri dari enam atau delapan baris.
contoh : Bukan
hamba takutkan mandi,
takut hamba berbasah-basah,
mandi di lubuk Pariangan.
Bukan hamba takutkan mati,
takut hamba kan patah-patah,
di dalam pertunangan.
3. Pantun berkait adalah pantun yang
berkait antara bait satu dengan bait kedua.
Contoh : Pulau
Pandan jauh ke tengah
Gunung Daik bercabang tiga.
Hancur badan di kandung tanah,
budi yang baik dikenang juga.
Gunung Daik bercabang tiga,
tampak jauh dari seberang.
Budi yang baik dikenang juga
khidmat bakti disanjung orang.
Analisis dan Evaluasi
Struktur fisik pantun :
- diksi
- bahasa kias
- imaji
- bunyi (rima dan ritme)
Diksi yang digunakan dalam pantun
lama biasanya kata-kata yang jarang ditemukan. Contoh kata tingkap,langau,
gaharu, pedada, dll.
Diksi yang digunakan dalam pantun
modern biasanya berhubungan dengan kondisi masyarakat modern dengan sarana dan
prasarana mutakhir.
Evaluasi Pantun
Pada pantun lama, sampiran dan isi
memiliki hubungan yang erat.
Contoh : Jika ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang
Boleh kita bertemu lagi
Hubungan tidak hanya pada kesamaan
rima ng/i/ng/i, tetapi juga terletak pada kandungan maknanya. Seorang
dapat menumpang mandi (baris kedua) dan dapat berjumpa lagi (baris keempat)
ditentukan oleh dua hal. Kedua hal tersebut memiliki kadar kemungkinan yang
sama. Kebradaan sumur di ladang (baris pertama) dan keberadaan umur yang
panjang (baris ketiga). Karena, tidak semua ladang memiliki sumur dan tidak
semua orang memiliki umur (yang panjang). Keberadaan sumur di ladang yang
memungkinkan orang dapat menumpang mandi (sampiran). Dengan demikian,
berkorelasi dengan keberadaan umur panjang yang memungkinkan orang dapat
berjumpa lagi (isi).
Jadi, jika tidak ada sumur di ladang
dan tidak ada umur yang panjang, harapan (orang) untuk dapat menumpang mandi
dan dapat berjumpa lagi itu pun akan sirna.
Pada pantun modern, hubungan
antara sampiran dan isi pantun tidaklah erat bahkan kadang tidak memiliki
hubungan secara substansi.
Jadi, pantun modern secara umum,
sampiran dibuat secara asal (hanya sebagai pelengkap). Tidak lagi merupakan
pembayang isi yang mencerminkan kearifan dan kepiawaian seseorang dalam
memahami perilaku alam (suasana sekitar) sebagai latar yang dijalin dengan
penuh logika, wawasan, kewajaran, keindahan, dan perpaduan yang masuk akal
(Ensiklopedia Sastra Riau, 2011)
Resume dari Buku Kelas XI : Bahasa
Indonesia; Ekspresi diri dan Akademik
Langganan:
Postingan (Atom)